Minim, Tenaga Kedokteran Komplemeter & Alternatif

Kompas.com - 26/05/2008, 15:39 WIB

JAKARTA, SENIN - Tenaga ahli kedokteran komplemeter & alternatif (Complementary & Alternative Medicine/CAM) di Indonesia hingga saat ini masih sangat minim. Menurut data Perhimpunan Kedokteran Komplementer & Alternatif (PKKI), jumlah dokter yang memiliki sertifikasi kompetensi di bidang ini masih sekitar puluhan saja.

"Jumlahnya baru bisa dihitung dengan jari. Dari 250 anggota yang terdaftar di PKKI, yang memiliki sertifikat kompetensi tidak sampai seperempatnya, "ungkap Ketua PKKI, Prof Kisyanto PhD, SpJP, SpPD di Jakarta, Senin (26/5).

Masih langkanya dokter peminat bidang komplementer alternatif  di Tanah Air diakui Prof Kisyanto menjadi tantangan. Untuk itu pula, PKKI terus mengupayakannya dengan cara sosialiasasi melalui workshop dan simposium.

Pada 31 Mei dan 1 Juni mendatang, PKKI akan menyelenggarakan simposium dengan tema Update in Complementary and Alternative Medicine in Indonesia.  Acara ini juga akan menjadi ajang sosialisasi Permenkes No 1109/2007 Tentang Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer Alternatif di Indonesia di Fasilitas Pelayanan Kesahatan.

"Dengan sosialisasi, kami ingin mengubah dan memperbaiki citra bahwa kedokteran CAM bukan dokter dukun.  Ini juga salah satu cara menertibkan yang ada.  PPKI  diharapkan memberi masukan kepada Depkes tentang mana yang tepat. Dampaknya akan besar sekali  dengan sosialisasi ini," terang Prof Kisyanto.

Simposium ini, lanjut Kisyanto, dapat dimanfaatkan para dokter mengenal lebih dalam sekaliguus membuka jalan mendapatkan  serifikat kompetensi yang dikeluarkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Nanti akan diberikan sertifikat kehadiran yang menjadi syarat untuk workshop selanjutnya sehingga para dokter peserta akhirnya laayk mendapatkan sertifikat kompetensi," jelasnya.    

Dalam  simposium selama 2 hari tersebut, akan dibahas beberapa topik antara lain  terapi ozon, detox pada autisme  serta penelitian terapi herbal melawan kanker.  Selain para praktisi kedokteran dan tenaga medis, simposium ini juga dibuka untuk masyarakat awam yang ingin mengetahui perkembangan terakhir kedokteran CAM.    

PKKI yang berdiri pada 2 Februari 1999 saat ini melayani berbagai bentuk pengobatan komplementer dan alternatif.  Pelayanan kedokteran tersebut di antaranya adalah terapi ozon, terapi khelasi, hyberbaric, terapi herbal, terapi laser ILIB, terapi akupuntur, chiropractice dan colon hydrotherapy.     

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau