JAKARTA, SENIN - Tenaga ahli kedokteran komplemeter & alternatif (Complementary & Alternative Medicine/CAM) di Indonesia hingga saat ini masih sangat minim. Menurut data Perhimpunan Kedokteran Komplementer & Alternatif (PKKI), jumlah dokter yang memiliki sertifikasi kompetensi di bidang ini masih sekitar puluhan saja.
"Jumlahnya baru bisa dihitung dengan jari. Dari 250 anggota yang terdaftar di PKKI, yang memiliki sertifikat kompetensi tidak sampai seperempatnya, "ungkap Ketua PKKI, Prof Kisyanto PhD, SpJP, SpPD di Jakarta, Senin (26/5).
Masih langkanya dokter peminat bidang komplementer alternatif di Tanah Air diakui Prof Kisyanto menjadi tantangan. Untuk itu pula, PKKI terus mengupayakannya dengan cara sosialiasasi melalui workshop dan simposium.
Pada 31 Mei dan 1 Juni mendatang, PKKI akan menyelenggarakan simposium dengan tema Update in Complementary and Alternative Medicine in Indonesia. Acara ini juga akan menjadi ajang sosialisasi Permenkes No 1109/2007 Tentang Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer Alternatif di Indonesia di Fasilitas Pelayanan Kesahatan.
"Dengan sosialisasi, kami ingin mengubah dan memperbaiki citra bahwa kedokteran CAM bukan dokter dukun. Ini juga salah satu cara menertibkan yang ada. PPKI diharapkan memberi masukan kepada Depkes tentang mana yang tepat. Dampaknya akan besar sekali dengan sosialisasi ini," terang Prof Kisyanto.
Simposium ini, lanjut Kisyanto, dapat dimanfaatkan para dokter mengenal lebih dalam sekaliguus membuka jalan mendapatkan serifikat kompetensi yang dikeluarkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
"Nanti akan diberikan sertifikat kehadiran yang menjadi syarat untuk workshop selanjutnya sehingga para dokter peserta akhirnya laayk mendapatkan sertifikat kompetensi," jelasnya.
Dalam simposium selama 2 hari tersebut, akan dibahas beberapa topik antara lain terapi ozon, detox pada autisme serta penelitian terapi herbal melawan kanker. Selain para praktisi kedokteran dan tenaga medis, simposium ini juga dibuka untuk masyarakat awam yang ingin mengetahui perkembangan terakhir kedokteran CAM.
PKKI yang berdiri pada 2 Februari 1999 saat ini melayani berbagai bentuk pengobatan komplementer dan alternatif. Pelayanan kedokteran tersebut di antaranya adalah terapi ozon, terapi khelasi, hyberbaric, terapi herbal, terapi laser ILIB, terapi akupuntur, chiropractice dan colon hydrotherapy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang